Proactive Plus

Asuransi Jiwa Term Life untuk proteksi maksimal penghasilan, aset dan keluarga anda

Manulife Value Protector Absolute - Asuransi dan Investasi

Kami menawarkan solusi perlindungan dan keuangan yang penting untuk keluarga anda

MiUltimate Healthcare - Asuransi Kesehatan Terbaik

Kesehatan anda adalah Prioritas Utama kami

StudyLink - Jaminan pendidikan buah hati tercinta

Kami menawarkan solusi yang tepat serta dapat diandalkan untuk menjamin pendidikan anak anda

ProLiving Absolute

Asuransi Tradisional Whole Life Untuk Proteksi Maksimal Seumur Hidup

03 December 2015

Tips Menentukan Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membeli Asuransi



Saya mempunyai seorang kenalan pengusaha yang sukses. Bisnisnya berkembang dan maju begitu pesat hingga dia begitu teliti dan sibuk melindungi hartanya dari risiko. Dia mengasuransikan pabrik, gudang, toko, rumah dan mobilnya. Akan tetapi, setiap disinggung mengenai perlindungan terhadap diri dan kesehatannya, dia selalu menjawab "Harta yang saya miliki sekarang sudah cukup jika saya meninggal atau ada anggota keluarga yang sakit."

Namun, hidup tidak selamanya indah, roda kehidupan terus berputar dan kenyataan sering kali tidak seindah yang diprediksi dan diharapkan. Sewaktu terjadi krisis dan gonjang ganjing ekonomi, bisnisnya meredup, satu persatu harus ditutup dan tidak pernah bangkit lagi. Seiring dengan menurunnya harta maupun bisnisnya, tagihan yang jatuh tempo akibat gaya hidup yang terlanjur tinggi pun menumpuk dan sejak itu kesehatannya pun mulai bermasalah.

Disaat situasi dan kondisi ekonominya terus menurun, dia divonis dokter terkena penyakit jantung yang harus segera dioperasi. Dia memutuskan untuk melakukan operasi di Singapura dan meskipun operasinya sukses, kondisinya terus memburuk dan makin lemah akibat munculnya komplikasi dengan penyakit lain. Biaya operasi, pengobatan dan perawatannya menghabiskan sebagian besar hartanya. Lima tahun setelahnya, dia meninggal. Hartanya habis dan hutangnya pun menumpuk. Warisan yang ditinggalkan untuk istri dan ketiga anaknya hanyalah rumah yang mereka tinggali. Itu pun terpaksa harus dijual cepat untuk biaya hidup, modal usaha dan membeli rumah yang sangat sederhana. Seandainya dia melindungi diri dengan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan seperti dia melindungi hartanya, mungkin jalan hidupnya tidak terlalu suram dan menyedihkan seperti itu.



Tetangga saya juga mengalami hal yang kurang lebih sama, meskipun kondisi ekonomi biasa-biasa saja, dia disiplin menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk membeli polis Asuransi. Ketika, musibah tak terduga datang, dia terlibat kecelakaan fatal di jalan tol antar kota dan meninggal di tempat, istri dan anak-anaknya menerima santunan Rp.2 Milyar dari perusahaan asuransi, cukup untuk melanjutkan hidup keluarga, pendidikan anak dan modal untuk istrinya memulai usaha. ( Cara Praktis Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Tepat Untuk Anda )

Kenapa Asuransi bisa melindungi seseorang terhadap risiko yang mungkin terjadi pada setiap orang? Tidak ada yang berharap tertimpa musibah atas diri dan keluarganya, tapi siapa yang bisa memilih? Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kematian dan penyakit pasti datang pada setiap orang. Hanya masalah waktu, kapan?  Penyakit apa? Tidak dapat dipungkiri, semakin berumur seseorang semakin rentan terkena penyakit berat yang bisa menyebabkan hidup seseorang berakhir. Apakah kita mau terlunta-lunta sedih ketika penyakit datang tanpa pengobatan yang memadai dan menyusahkan semua orang di sekitar kita?

Lalu, sebenarnya kapan seseorang memerlukan proteksi Asuransi? Mustinya sih "kemaren-kemaren" atau sejak dini. Jika tunggu membutuhkan asuransi mungkin sudah terlambat karena risiko yang kita takuti tersebut sudah menimpa. Padahal, risiko terjadinya Kematian, kecelakaan atau sakit bisa datang kapan pun pada siapapun tanpa pandang bulu. Mengapa banyak sekali di antara kita yang belum sadar untuk menyediakan payung perlindungan untuk memproteksi diri dan keluarga dari bencana yang bisa memporak-porandakan urat nadi kehidupan keluarga?



Ada 5 alasan penyebab orang belum memiliki asuransi atau proteksi

1. Ketidaktahuan. Orang-orang ini sudah mendengar tentang asuransi, tapi tidak tahu seperti apa dan bagaimana itu asuransi.

2. Kesalahpahaman. Orang-orang ini pernah menerima informasi yang salah atau pernah mengalami pengalaman buruk.

3. Kelalaian. orang-orang ini sudah mengerti apa itu asuransi, tapi lalai dan mempunyai segudang alasan untuk menunda-nunda.

4. Ketidakpedulian. Orang-orang ini menganggap asuransi memang berguna tapi siapa yang peduli, toh semua orang pasti mengalaminya. Kelompok orang ini adalah penjudi yang berharap risiko buruk masih akan menghampiri orang lain, bukan dirinya.

5. Ketidakmampuan secara ekonomi.



Memiliki asuransi sama seperti memiliki dan melakukan hal-hal preventif dalam hidup ini. Yang intinya mengamankan, memproteksi, melindungi tujuan-tujuan dalam hidup agar bisa tercapai.

Seorang pencari nafkah membeli asuransi karena dia ingin anak-anaknya bisa menyelesaikan pendidikan hingga tamat sesuai impian mereka dengan atau tanpa kehadiran si pencari nafkah di masa depan.

Setiap mobil membawa ban serep ketika berkendara, bukan berarti mengharapkan ban mobil kita bocor. Tetapi, jika ban mobil harus bocor pun, kita tetap bisa sampai ke tujuan.

Memakai sabuk pengaman sewaktu mengendarai mobil, bukan artinya kita berharap terjadi kecelakaan. Namun, jika mengalami kejadian, dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir.

Memakai Helm sewaktu berkendara dengan sepeda motor, apakah kita berharap untuk jatuh? Tidak. Namun, jika terjadi hal yang tidak terduga, kepala kita sudah terproteksi dari benturan benda keras yang bisa berakibat fatal.

Memasang gembok pada pintu rumah, meski tidak pernah kemalingan.

Membawa payung, meski tidak tahu akan hujan.

dan sebagainya....

Karena jalannya hidup tidak bisa ditentukan sendiri sesuai selera dan keinginan masing-masing, maka terciptalah barang-barang tersebut yang digunakan sebagai pencegahan dalam kehidupan ini. Apa yang terjadi jika anda baru mau memakai, membawa, membeli atau memilikinya setelah dibutuhkan?

Memakai sabuk pengaman ketika sudah terjadi tabrakan. Telat

Memakai helm sewaktu kepala sudah terluka karena terjatuh dari motor. Telat

Memasang gembok disaat sudah kemalingan. Telat

Mencari payung ketika sudah basah kuyup kehujanan. Telat

Demikian juga asuransi, jangan sampai anda telat.



02 December 2015

Asuransi Atau Investasi, Yang Mana Duluan Yah?

Asuransi atau investasi lebih dulu?


Asuransi dan Investasi, keduanya memiliki peran sangat penting dalam teori perencanaan keuangan . Namun, sebelum kita mulai membahas mana yang perlu didahulukan, ada baiknya kita memahami definisi dari Asuransi dan Investasi itu sendiri.
"Asuransi adalah perjanjian antara kedua pihak, perusahaan asuransi (penanggung) dan pembeli asuransi (tertanggung) yang mewajibkan tertanggung membayar sejumlah premi untuk memberikan jaminan penggantian keuangan atas risiko kerugian, kerusakan, kematian atau kehilangan yang mungkin terjadi atas peristiwa yang tak terduga."
"Investasi atau penanaman modal adalah suatu istilah dalam keuangan dan ekonomi yang berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan harapan memperoleh keuntungan pada masa yang akan datang."


Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Asuransi bukanlah menabung atau berinvestasi melainkan sebuah bentuk jaminan, perlindungan atau proteksi. Sebuah mekanisme pengalihan risiko dari pihak nasabah (tertanggung) kepada pihak perusahaan Asuransi (penanggung). Dengan syarat,  tertanggung membayar sejumlah premi yang nilainya sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi kerugian yang mungkin diderita. Umumnya, Asuransi dapat dikategorikan menjadi Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Penyakit Kritis, Asuransi Cacat Total Tetap.

Investasi, sebuah kata yang sangat populer dan praktiknya sangat digemari oleh semua orang untuk mencapai berbagai tujuan finansial di masa depan. Investasi sendiri pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu investasi sektor riil dan sektor finansial. Investasi sektor rill contohnya membeli logam mulia, tanah, bangunan, rumah, toko, perusahaan atau pabrik dan sebagainya. Investasi sektor finansial contohnya saham, obligasi, surat berharga, reksa dana dan sebagainya.
Kembali ke topik awal, jika dana yang dimiliki terbatas, lantas mana yang sebaiknya menjadi prioritas? Apakah investasi atau memiliki Asuransi?

Asuransi wajib menjadi prioritas. Sebab ketika kondisi darurat atau risiko terjadi, Asuransi menjadi sebuah benteng pertahanan yang dapat melindungi kelangsungan hidup dan aset keluarga yang sudah dikumpulkan dengan jerih payah selama ini. Asuransi ibarat payung perlindungan dan manfaatnya baru akan terasa di waktu seseorang mengalami risiko, musibah atau keadaan darurat.

Jika pencari nafkah di keluarga anda meninggal dunia atau menderita penyakit kritis atau menderita cacat total tetap yang membuatnya tidak mampu bekerja lagi. Bayangkan seberapa besar dampak finansial dari kejadian tersebut terhadap anggota keluarga lainnya? Mungkin rumah, mobil atau aset lainnya perlu dijual untuk biaya hidup, yang paling buruknya mungkin gaya hidup dan pendidikan anak juga perlu dikorbankan.

Bagaimana jika investasi yang didahulukan?

Segala bentuk investasi memiliki risiko, hasil investasi bisa naik dan bisa juga turun, tergantung kondisi pasar dan ekonomi sebuah negara. Disaat investasi belum berbuah apalagi merugi, kemudian terjadi risiko yang tak terduga pada keluarga, investasi harus segera dicairkan dengan menderita kerugian dan dikhawatirkan nilai tersebut pun tidak dapat untuk memenuhi seluruh kebutuhan darurat. Alhasil simpanan dana darurat habis terpakai dan investasi pun harus menjadi korban.

Jika investasi sudah berkembang namun tidak memiliki Asuransi. Apa kiranya yang akan terjadi sewaktu risiko itu datang? Aset yang anda pelihara selama ini menjadi rentan, tidak mempunyai pertahanan dan payung perlindungan yang mungkin harus dikorbankan atau dijual cepat dibawah harga pasar untuk membiayai keadaan darurat yang timbul. Pada akhirnya, dimana investasi anda?


Asuransi bukan menanggung akibat, melainkan menjamin ketenangan batin (peace of mind) dan mengamankan kondisi keuangan (financial security). Jadi, yang dilindungi adalah aset, nilai ekonomi dan perasaan tenang nasabah bila seandainya terjadi suatu risiko fatal pada dirinya, maka kerugian dan dampak secara finansial akan ditanggung oleh pihak lain yaitu perusahaan asuransi.

Jika membutuhkan perlindungan terhadap aset, keuangan dan gaya hidup keluarga anda atau membutuhkan konsultasi dengan Agen Asuransi berlisensi, hubungi:

Yoseph Francis

MDRT Financial & Protection Specialist
Yoseph@Manulife.co.id
0811 818 689 (WA/ Telp )
BBM 51E52EED (BBM)

30 November 2015

Cara Praktis Menghitung Kebutuhan UP Asuransi Jiwa Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Keluarga



Asuransi jiwa sangatlah penting, wajib dimiliki setiap individu yang menjadi tulang punggung keluarga dan menempati prioritas utama dalam perencanaan keuangan. Tulang punggung keluarga bisa termasuk suami maupun istri adalah mereka yang mencari nafkah, mempunyai kontribusi terhadap keuangan keluarga, memiliki orang yang bergantung pada dirinya secara keuangan disebut mempunyai nilai ekonomis. 

Untuk melindungi nilai ekonomis tersebut, setiap tulang punggung keluarga wajib memiliki polis asuransi jiwa, fungsinya untuk menjamin kontribusi finansial individu tersebut bagi keluarga tetap tersedia meskipun musibah terburuk tiba-tiba menghampiri. Perlindungan ini menjadi prioritas utama dalam keluarga dan tidak bisa diabaikan karena jika terjadi risiko meninggal pada tulang punggung keluarga, implikasinya bisa mengancam kelangsungan hidup anggota keluarga lainnya, gaya hidup, masa depan dan pendidikan anak. 

Besarnya nilai ekonomis atau kebutuhan asuransi jiwa ini bisa diperhitungkan dan dikalkulasi besarannya berdasarkan kebutuhan biaya hidup rutin keluarga. Berikut adalah salah satu metode perhitungan Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa yang paling sering digunakan di seluruh dunia.

Kebutuhan hidup keluarga X sebesar Rp.30.000.000/bulan atau Rp.360.000.000/tahun

Nilai kontribusi Suami sebesar Rp.20.000.000/bulan

Nilai kontribusi Istri sebesar Rp.10.000.0000/bulan 


Dari nilai kontribusi tersebut, maka masing-masing membutuhkan UP Jiwa minimal sebesar:

(nilai kontribusi x 12 bulan) ÷ bunga deposito = UP Asuransi Jiwa

(Rp.20.000.000 x 12 bulan) ÷ 6% = Rp.4 Milyar UP Asuransi Jiwa Suami

(Rp.10.000.000 x 12 bulan) ÷ 6% = Rp.2 MIlyar UP Asuransi Jiwa Istri



Bagaimana UP Asuransi Jiwa ini bekerja memproteksi keuangan dan masa depan keluarga X?

Apabila secara tiba-tiba sang suami tutup usia, maka UP sebesar Rp.4.000.000.000 akan diberikan oleh perusahaan asuransi kepada ahli waris keluarga X. Selanjutnya untuk ditabungkan pada deposito yang memberikan imbal hasil sebesar 6% nett, Maka keluarga X akan mendapatkan Rp.240.000,000/tahun dari tabungan deposito tersebut sebagai pengganti porsi kontribusi sang suami dan keluarga X tetap bisa melanjutkan kehidupan seperti biasanya tanpa harus menjual aset, menurunkan gaya hidup dan pendidikan anak atau yang paling buruk, berhutang pada renternir.




Kalau diperhatikan, saya menulis UP jiwa minimal pada perhitungan UP jiwa diatas. Skenario tersebut berlaku apabila keluarga X tidak memiliki utang, cicilan maupun tunggakan. Bila terdapat pinjaman kredit rumah misalnya, besarnya nilai pinjaman perlu ditambahkan pada UP sebagai antisipasi jika debitur meninggal dunia secara mendadak, maka rumah tersebut tidak perlu disita karena pembayaran cicilan yang terhenti.

Jika anda berminat memproteksi aset dan masa depan keluarga anda secara finansial dan membutuhkan konsultasi dengan Agen Asuransi di Jakarta yang dapat diandalkan, hubungi: 

Yoseph Francis 
MDRT Financial & Protection Specialist 
Yoseph@Manulife.co.id 
0811 818 689 (WA/ Telp/ SMS) 
51E52EED (BBM)

6 Alasan Mengapa Kita Perlu Memiliki Asuransi Jiwa


Apa itu Asuransi Jiwa?

Asuransi Jiwa dirancang untuk melindungi, menjamin kehidupan dan memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga dan orang-orang yang bergantung pada kita secara finansial. Asuransi Jiwa akan membayarkan sejumlah uang kepada ahli waris yang ditunjuk jika sang tertanggung yang namanya tercantum di dalam polis meninggal dunia.

Berjuta orang di dunia membeli Asuransi Jiwa setiap tahunnya dengan alasan yang sangat beragam. Itu lah yang menarik dari Asuransi Jiwa. jika ditarik benang merahnya , gagasan untuk memilikinya cukup mudah untuk dimengerti namun alasan dibalik keputusan itu bisa memiliki makna yang sangat mendalam, menyangkut perasaan peduli, cinta dan kasih sayang yang tidak dapat diukur dengan angka dan kata-kata.

Dibalik semua keputusan dan pertimbangan itu, pada umumnya kita memiliki 6 alasan yang bijaksana sebelum memutuskan untuk membeli Asuransi Jiwa.

1. Asuransi Jiwa untuk melindungi orang-orang yang kita cintai.

Sebuah rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap keluarga agar kebutuhan dan tujuan hidup mereka dapat terpenuhi. Asuransi jiwa berperan sebagai sebuah alat untuk melindungi tujuan dan menjamin kelangsungan hidup seluruh anggota keluarga dari bencana finansial yang mungkin dihadapi jika sang pencari nafkah tutup usia.



2. Asuransi Jiwa atau Life Insurance diperuntukkan bagi yang hidup.

Seperti artinya dalam bahasa Inggris, Life adalah Hidup, Insurance adalah Menjamin. Maka dengan memiliki Asuransi Jiwa, seoarang pencari nafkah telah menunjukkan rasa tanggung jawabnya untuk menjamin ketersediaan dana dan biaya hidup untuk seluruh anggota keluarga dengan atau tanpa kehadiran dirinya.



3. Asuransi Jiwa sebagai bentuk cinta dan kasih sayang.

Dikarenakan rasa peduli dan cinta yang begitu besar, kita ingin memastikan keamanan finansial keluarga jika secara mendadak kita tidak lagi berada di sisi mereka.



4. Jika pencari nafkah tutup usia, Ahli waris dapat membantu memenuhi janji dan keinginan yang pernah kita buat terhadap orang-orang yang penting bagi diri kita.

Dengan memiliki Asuransi jiwa artinya kita telah melindungi kelangsungan gaya hidup keluarga bila terjadi sesuatu yang tidak terduga menimpa sang pencari nafkah. Rumah, mobil dan pendidikan anak tetap berjalan seperti biasanya tanpa harus menurunkan gaya hidup, menjual barang-barang berharga atau berhutang pada pihak lain.



5. Asuransi Jiwa memberikan waktu dan pilihan.

Seringkali kita dengar, jika pencari nafkah meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan terpaksa membuat keputusan sulit dalam waktu yang singkat disaat mereka belum siap secara batin maupun mental untuk melakukannya. Asuransi Jiwa memberikan keluarga yang ditinggalkan kesempatan untuk menyesuaikan diri sebelum mengambil keputusan yang dramatis untuk menurunkan gaya hidup, menjual barang-barang berharga atau berhutang pada pihak lain.

Asuransi Jiwa juga memberikan pilihan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk bisa membayar hutang yang mungkin ditinggalkan pencari nafkah, melunasi cicilan rumah, membiayai kebutuhan hidup yang terus meningkat dan melanjutkan pendidikan anak hingga tamat.


6. Asuransi Jiwa menyediakan dana pada saat paling dibutuhkan.

Polis Asuransi Jiwa akan menyediakan dana keras yang diberikan secara lump sum atau sekaligus kepada ahli waris dan keluarga yang ditinggalkan. Nilai yang diberikan kepada ahli waris sesuai dengan nilai yang tertera pada kontrak Asuransi Jiwa yang telah ditentukan oleh pemegang polis sewaktu mengajukan permohonan Asuransi Jiwa.


Jika anda seorang pencari nafkah yang cinta kepada keluarganya, namun tidak yakin atau belum tahu berapa nilai yang dibutuhkan untuk dapat melindungi kebutuhan keluarga, Anda bisa menghubungi agen asuransi yang anda percaya. Bersama agen asuransi, kita dapat mendiskusikan kebutuhan proteksi keluarga berdasarkan pada kondisi saat ini dan membuat perhitungan serta perencanaan jangka panjang dalam menjamin kelangsungan hidup seluruh anggota keluarga anda di kemudian hari.

Jika anda membutuhkan konsultasi dengan Agen Asuransi di Jakarta yang dapat diandalkan, hubungi:

Yoseph Francis
MDRT Financial & Protection Specialist
Yoseph@Manulife.co.id
0811 818 689 (WA/ Telp/ SMS)
51E52EED (BBM)


21 June 2015

ProActive Plus - Asuransi Jiwa Term Life

Proteksi Jiwa Tradisional



ProActive Plus merupakan program asuransi jiwa tradisional berjangka atau lebih sering dikenal sebagai Asuransi Jiwa Term Life dengan premi tetap yang memberikan perlindungan maksimal bagi anda yang aktif dan dinamis. ProActive Plus melindungi aset, penghasilan, pendidikan anak dan keluarga anda dengan premi yang sangat terjangkau. ProActive Plus memberikan manfaat secara sekaligus (lump sum) bila terjadi resiko meninggal pada tertanggung sejumlah nilai yang tertera pada polis.



Keterangan Umum

  • Tipe Produk Asuransi Jiwa Term Life
  • Mata Uang Rupiah & USD
  • Usia Masuk Tertanggung 18 – 65  tahun
  • Uang Pertanggungan Minimum Rp. 100,000,000 dan US$ 10,000
  • Masa Asuransi 5 - 20 tahun
  • Masa Pembayaran Premi 5 - 20 tahun
  • Renewal Guaranteed hinga umur 70 tahun (perpanjang tiap tahun tanpa seleksi ulang)

Manfaat ProActive Plus

  • Manfaat Meninggal 100% uang pertanggungan

 Asuransi Tambahan (Riders)

  • Accidental Death and Disability (ADDB)
  • Waiver of Premium (WP)
  • HealthSafe (Hospital Plan)
  • Manulife Medicare Plus (Hospital Plan)

Premi

  • Minimal premi Rp.4.000.000/tahun (Tanpa Rider/Asuransi Tambahan)
  • Besar jumlah premi tetap selama masa pertanggungan.
  • Cara Pembayaran Premi Berkala Tahunan, semesteran, kuartalan dan bulanan.
  • Perhitungan Premi Berdasarkan usia, jenis kelamin, status merokok atau tidak, dan batas uang pertanggungan.
Produk asuransi tradisional atau asuransi murni memberikan manfaat proteksi maksimal tanpa unsur investasi, yang artinya tidak terdapat nilai tunai atau nilai polis yang dibentuk. Maka bila tidak terjadi klaim selama masa pertanggungan, premi yang telah dibayarkan akan hangus.






Contoh Ilustrasi Premi:

Bila calon nasabah adalah seorang pria, berumur 30 tahun, tidak merokok, hanya perlu mengalokasikan biaya premi Rp.4.050.000,- per tahun untuk mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp.1.350.000.000,- tanpa asuransi tambahan/ rider apapun.

Besarnya premi akan dihitung berdasarkan usia masuk calon nasabah, jenis kelamin dan kebiasaan merokok. Bagi kelompok usia dan uang pertanggungan tertentu akan diminta untuk melakukan medical check up dalam proses pengajuan aplikasi.

Tips untuk menghitung besarnya jumlah Uang Pertanggungan yang dibutuhkan:

(kebutuhan bulanan x 12) / bunga deposito = UP (Uang Pertanggungan)

(Rp.10.000.000 x 12) / 6% = Rp.2.000.000.000 

Apabila terjadi risiko meninggal pada tertanggung, maka keluarga yang mendapatkan manfaat klaim uang pertanggungan dapat memasukkannya ke dalam instrumen deposito untuk mendapatkan imbal hasil bunga tahunan yang dapat digunakan untuk melanjutkan kehidupan.

Dengan miliki polis asuransi jiwa artinya seorang kepala keluarga yang memiliki tanggungan, telah menunjukkan rasa tanggung jawab dan cinta kasih terhadap kelangsungan hidup bagi seluruh anggota keluarga.

Hubungi Financial & Protection Specialist Manulife sekarang juga..

Yoseph Francis
Manulife MDRT Financial Advisor
Yoseph@manulife.co.id
BBM 51E52EED
WA 0811 818 689